Kawanan Gajah Rusak Mess Perusahaan Disebabkan Anaknya Terperosok di Saptic Tank

RRINEWSS.COM- Pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menindaklanjuti laporan PT Arara Abadi mengenai perusakan mess karyawan oleh kelompok gajah liar di Distrik Tapung, Desa Rantau Bertuah, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak.

Kepala BBKSDA Riau Supartono menjelaskan, kawanan gajah diketahui oleh sejumlah karyawan pada Sabtu malam (21/2/2026) sekitar pukul 22.00–00.00 WIB. Ketika itu ada tiga hingga empat ekor gajah berada di kawasan greenbelt perusahaan.

Jaraknya sekitar 10 meter dari mess karyawan. Keberadaan gajah di area tersebut merupakan hal yang biasa, karena greenbelt menjadi jalur pergerakan kelompok gajah Petapahan/Minas.

“Namun Minggu dini hari sekitar pukul 05.00–06.00 WIB, setelah waktu sahur, sekitar 10 ekor gajah tiba-tiba mengamuk dan merusak enam kamar mess karyawan. Para karyawan terpaksa menyelamatkan diri keluar mess,” jelas Supartono, Ahad petang (22/2/2026).

Dugaan sementara, kerusakan terjadi karena raungan anak gajah yang terperangkap di dalam septic tank memicu reaksi induknya.

“Diduga penyebab gajah-gajah tersebut mengamuk dan merusak mess dikarenakan raungan anaknya yang terperangkap dalam septic tank,” kata Supartono.

Supartono menyebut, BBKSDA Riau menurunkan tim Wildlife Rescue Unit (WRU) yang terdiri dari tim medis dan mahout dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas.

“Tim menemukan satu anak gajah betina berusia sekitar tujuh hari yang terperosok di septic tank sedalam 2–2,5 meter,” kata Supartono.

Evakuasi dilakukan secara manual dengan menarik anak gajah keluar dari dalam septic tank. Proses penyelamatan memakan waktu sekitar 45 menit, dan anak gajah berhasil selamat dalam kondisi sehat.

Setelah itu, tim mengembalikan anak gajah tersebut ke rombongan induknya.

Menurut Supartono, rombongan gajah liar ini berasal dari kelompok Petapahan yang berjumlah 11–13 ekor, dengan wilayah jelajah di daerah Tapung–Minas.

Lokasi mess karyawan berbatasan langsung dengan hutan lindung atau greenbelt, sehingga menjadi jalur pergerakan gajah.

Diperkirakan rombongan akan tetap berada di greenbelt beberapa hari ke depan karena anak gajah yang masih sangat muda belum mampu berjalan jauh.

Kejadian ini menimbulkan kerusakan pada bangunan mess dan tiga unit sepeda motor karyawan, namun tidak menimbulkan korban jiwa.

Tim mitigasi BBKSDA Riau akan terus memantau pergerakan rombongan gajah untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya insiden serupa.

Selain itu, tim juga berkoordinasi dengan Polres Siak dan Polsek Minas untuk merencanakan langkah penanganan lebih lanjut.

Supartono mengimbau masyarakat agar tetap tenang jika bertemu kelompok gajah liar dan tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan manusia maupun satwa.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan setiap kejadian kepada BBKSDA atau pihak berwenang terdekat,” pinta Supartono.***cakaplah