Pilot Pesawat Malaysia Diamankan di Bandara Soetta Selundupkan 70.114 Butir Ekstasi dan 4 Gram Sabu

RRINEWSS.COM- Petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, bersama Bareskrim Polri menangkap pilot warga negara Malaysia berinisial MSBO (39) yang diduga menjadi kurir jaringan narkotika internasional. Dari tangan tersangka, petugas menyita 70.114 butir ekstasi dengan berat netto sekitar 25,19 kilogram dan 4 gram sabu.

Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Soekarno-Hatta Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang mengatakan tersangka diduga mendapat bayaran 50.000 ringgit atau sekitar Rp220 juta untuk membawa narkotika tersebut dari Kuala Lumpur ke Jakarta.

“Sementara berdasarkan hasil pemeriksaan itu dia diupah 50.000 ringgit. Itu berdasarkan pemeriksaan sementara,” kata Hengky dalam konferensi pers di Tangerang, Jumat (31/7/2026).

Pengungkapan bermula ketika petugas Bea Cukai melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan penumpang internasional di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Petugas mencurigai sebuah koper yang kemudian diketahui milik MSBO.

Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan 14 bungkus besar berisi ekstasi dan satu paket narkotika jenis sabu. Total ekstasi yang ditemukan mencapai 70.114 butir dengan berat netto 25.194,83 gram.

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso mengatakan dari hasil interogasi gabungan Bea Cukai dan Bareskrim, MSBO mengaku diperintah seseorang untuk membawa narkotika tersebut ke Jakarta.

“Sesampainya di Jakarta, tersangka akan diarahkan oleh seseorang yang diduga berdomisili di Malaysia bahwa akan ada orang yang mengambilnya ke hotel,” kata Eko.

Penyidik juga menemukan fakta bahwa tersangka diduga telah tiga kali terlibat dalam penyelundupan narkotika. Aksi pertama dilakukan dengan membawa sabu ke Sabah, Malaysia. Aksi kedua membawa sabu seberat 7 kilogram ke Jakarta. Aksi ketiga membawa ekstasi dan sabu ke Jakarta hingga akhirnya terungkap di Bandara Soekarno-Hatta.

Hasil pemeriksaan urine juga menunjukkan MSBO positif mengandung metamfetamina atau sabu, MDMA atau ekstasi, dan kokaina. Kondisi tersebut diketahui setelah tersangka diamankan dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Fakta tersebut menjadi perhatian serius karena tersangka diketahui merupakan pilot yang menerbangkan penerbangan Malaysia Airlines MH727 rute Kuala Lumpur-Jakarta. Keterlibatan awak pesawat dalam perkara narkotika dinilai memiliki implikasi terhadap aspek keselamatan dan keamanan penerbangan.

Menindak lanjuti penangkapan pilot warga negara Malaysia ini, Kasubdit Penegakan Hukum Penerbangan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Dody Dharma Cahyadi mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan otoritas penerbangan Malaysia terkait perkara tersebut.

“Sebagai tindak lanjut atas insiden ini, kami akan segera berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Perhubungan Malaysia,” kata Dody.

Kemenhub juga akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk memastikan proses hukum berjalan serta mendorong pemberian sanksi administratif sesuai kewenangan otoritas penerbangan.

Sementara itu, Kasubdit 2 Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Pol Awaludin Amin mengatakan perkara tersebut masih terus dikembangkan untuk mengungkap pihak lain yang diduga berada di balik jaringan penyelundupan narkotika tersebut.

“Aparat menegaskan tidak akan berhenti sampai di sini dan berkomitmen untuk mengembangkan kasus ini secara maksimal guna membongkar jaringan di baliknya,” ujarnya.

Polri telah menetapkan MSBO sebagai tersangka dan menahannya di Rutan Bareskrim Polri. Tersangka dijerat Pasal 113 ayat (2) juncto Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Kasus tersebut juga mendapat perhatian dari Pemerintah Malaysia. Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta menyatakan menghormati proses hukum yang dilakukan Indonesia terhadap warga negaranya.

“Pihak kedutaan menghormati proses undang-undang Indonesia dan sedang berurusan dengan pihak berwenang di Indonesia,” demikian pernyataan Kedubes Malaysia.

Merespon penangkapan pilot warga negaranya yang menjadi kurir narkoba, Kedubes Malaysia menyatakan tengah berupaya mendapatkan akses konsuler kepada MSBO selama proses hukum berlangsung.

Di sisi lain, penyidik masih mendalami dugaan penggunaan jalur khusus awak pesawat atau crew channel dalam proses penyelundupan. Polisi juga menelusuri pihak yang memberikan perintah dan diduga mengendalikan jaringan tersebut.

Penangkapan pilot tersebut menambah perhatian terhadap pengawasan peredaran narkotika melalui jalur penerbangan internasional, terutama setelah petugas menemukan narkotika dalam jumlah besar yang diduga dibawa menggunakan jalur perjalanan awak pesawat.*** aktual