Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Pastikan Perempuan Mampu Ambil Peran Strategis 

RRINEWSS.COM-  Dumai— Stigma bahwa perempuan hanya identik dengan peran domestik dan tidak mampu bekerja di lingkungan berisiko tinggi kini mulai terpatahkan.

Anggapan itu seperti tak lagi punya tempat, dengan melihat realitas di lapangan hari ini. Dibalik raksasa operasional kilang-kilang PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Refinery Unit Dumai yang beroperasi 24 jam tanpa henti, terdapat kontribusi nyata dari para perempuan yang menunjukkan keberanian, ketangguhan, dan profesionalisme.

Kehadiran pekerja perempuan, yang lebih akrab disapa Pertiwi, kini menjadi bagian penting dari denyut operasional kilang yang selama ini kerap dipandang sebagai sektor maskulin. Tidak lagi terbatas di balik meja administrasi, para perempuan di Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai kini hadir dan mengambil peran di seluruh lini operasi perusahaan, termasuk di garis depan area produksi yang menuntut ketelitian tinggi dan kesiapsiagaan penuh.

Pertiwi tangguh ini mengisi berbagai fungsi strategis, mulai dari produksi dan utilitas air yang memastikan kelancaran pengoperasian kilang, engineering yang menjaga keandalan sarana dan fasilitas (Sarfas) kilang, hingga fungsi Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).

Tak berhenti sampai disitu, perempuan juga mengambil peran di bagian Oil Movement yang mengurusi aktivitas lifting dan perkapalan, serta laboratorium yang memastikan kualitas produk agar sesuai dengan standar mutu yang berlaku dan dapat digunakan oleh masyarakat sehari-hari.

Bahkan, berkat kinerja dan kapabilitasnya, Pertiwi di Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai kini juga dipercaya mengisi posisi strategis di level pucuk kepemimpinan, seperti Section Head dan Manager Produksi, yang berperan dalam memimpin tim sekaligus mengambil keputusan penting. Tak hanya di unit operasi Kilang Dumai, hal demikian juga berlaku di unit operasi Kilang Sungai Pakning yang berlokasi di Kabupaten Bengkalis.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap peran perempuan, pada peringatan Hari Kartini, para pekerja perempuan yang tergabung dalam Pertiwi melaksanakan kegiatan pembagian cokelat kepada pekerja di Main Office Kilang Dumai pada Selasa (21/4). Kegiatan ini menjadi simbol kebersamaan sekaligus penguatan budaya kerja yang inklusif di lingkungan perusahaan.

Manager Production Kilang Sungai Pakning sekaligus Ketua Pertiwi RU II, Ririanti Safrida, mengungkapkan bahwa makna perjuangan perempuan terus berkembang seiring dinamika zaman. Jika dahulu Kartini memperjuangkan akses pendidikan bagi perempuan, saat ini perempuan dituntut untuk mampu mengelola informasi secara bijak.

“Emansipasi saat ini bukan lagi soal ingin sama dengan laki-laki, melainkan tentang kesetaraan akses, memiliki keberanian untuk mengambil keputusan atas hidupnya sendiri, dan saling mendukung,” ujar Ririanti.

Peringatan Hari Kartini yang diperingati setiap 21 April menjadi momentum bagi Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai untuk menegaskan komitmennya terhadap inklusivitas bagi seluruh pekerja, khususnya perempuan. Melalui Pertiwi, perusahaan terus mendorong terbukanya ruang yang lebih luas bagi pekerja perempuan untuk berkarya, berinovasi, dan berprestasi di bidangnya.

Area Manager Communication, Relations & CSR RU II Dumaii, Muhammad Rum, menyampaikan bahwa perusahaan berkomitmen untuk terus mendorong kesetaraan dan inklusivitas di lingkungan kerja.

“Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai meyakini bahwa inklusi dan keberagaman, termasuk peran perempuan di dalamnya, merupakan kekuatan penting dalam mendorong inovasi dan kinerja yang berkelanjutan. Perusahaan terus memberikan ruang yang setara bagi setiap individu untuk berkembang, serta memastikan lingkungan kerja yang aman dan bebas dari kekerasan maupun pelecehan,” pungkas Muhammad Rum.***(rls)