RRINEWSS.COM- Seorang pria pecatan TNI AU, ADK (46) diamankan polisi karena menodongkan senjata api (senpi) ke pengendara mobil Marwaji di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, Senin (8/6/2026).
Kepala Unit (Kanit) 1 Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Rohil, Ipda Muhammad Faldi Iskandar mengatakan, pelaku melakukan tindakan tersebut karena emosi kepada korban.
Faldi menjelaskan, aksi koboi dilakukan ADK pada Minggu (7/6/202) sore, di jalan lintas Rantau Bais, Rohil.
Pelaku saat itu mengendarai mobil hendak pergi memancing ke Sungai Rokan.
Namun, di perjalanan ia terjebak macet parah.
“Saat itu jalan lintas Rantau Bais sedang diberlakukan buka tutup,” ujar Faldi kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Senin malam.
Lalu, datang sebuah mobil yang kendarai Marwaji mencoba menyalip kendaraan yang ada di depan SPBU, menyebabkan kemacetan tambah parah.
Pelaku turun dari mobilnya untuk menegur korban.
Namun, korban justru mengeluarkan kata-kata yang tak pantas, sehingga ADK naik darah.
“Pelaku emosi karena pengendara tersebut (korban) berkata tidak pantas,” kata Faldi.
Pelaku kemudian mengambil senjata air softgun Glock 22 miliknya di dalam mobilnya, lalu ditodongkan ke Marwaji.
“Marwaji menghindar tindakan pelaku tersebut, lalu melanjutkan perjalanannya,” sebut Faldi.
Kakak Ipar Faldi mengatakan, pelaku menyerahkan diri saat petugas tengah mencarinya.
Pelaku secara kooperatif datang menemui polisi yang sedang berada di sebuah rumah makan.
“Pelaku menyerahkan diri setelah dilakukan penyelidikan dan didapati identitasnya,” kata Faldi.
Untuk diketahui, aksi koboi jalanan yang dilakukan ADK, sempat viral di media sosial.
Dalam video yang di lihat Kompas.com, aksi itu terjadi saat kemacetan parah di Rantau Bais, Rohil.
Pelaku memakai baju kaos putih merah dan celana pendek. Ia tampak marah kepada pengendara lainnya, sambil memegang senpi dan mengarahkan ke pengendara mobil tersebut.
Pengendara tersebut sempat berkata “jangan main pistol”.
Korban juga merekam video kejadian itu dan di viralkan ke media sosial. Beberapa pria lain datang ke lokasi ingin melerai. Pelaku kemudian menyelipkan senpi ke pinggangnya.
Kemudian pengendara mobil pergi meninggalkan lokasi. Pelaku merupakan pecatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU).
Sumber: kompas.com
