RRINEWSS.COM– BPJS Kesehatan mencatat capaian positif penyelenggaraan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sepanjang 2025.
Hingga akhir 2025, jumlah peserta JKN mencapai 282,7 juta jiwa atau 98,62 persen dari total penduduk Indonesia, sementara pendapatan iuran meningkat menjadi Rp176,72 triliun.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengatakan capaian tersebut menunjukkan semakin kuatnya program JKN sebagai instrumen perlindungan kesehatan nasional, sekaligus investasi pembangunan sumber daya manusia. Hal itu disampaikan dalam kegiatan Public Expose Pengelolaan Program dan Keuangan BPJS Kesehatan 2025 secara daring di Jakarta, Kamis (2/7).
“Program JKN merupakan komitmen nyata negara dalam melindungi rakyatnya. Program ini juga menjadi bagian dari Asta Cita Presiden untuk menjamin tersedianya pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat,” kata Prihati.
Prihati menjelaskan, jumlah peserta JKN meningkat dibandingkan 2024 yang mencapai 278,1 juta jiwa.
Selain itu, cakupan Universal Health Coverage (UHC) telah tercapai di 30 provinsi dan 407 kabupaten/kota.
Menurutnya, perluasan kepesertaan diikuti dengan peningkatan akses layanan, agar masyarakat semakin mudah memeroleh pelayanan administrasi maupun informasi Program JKN.
Sepanjang 2025, layanan BPJS Keliling mencatat 698.227 transaksi di 30.317 titik layanan, sedangkan Mal Pelayanan Publik melayani 736.268 transaksi di 265 lokasi.
“Kami ingin menghadirkan kemudahan layanan yang dapat diakses dari mana saja. Pelayanan harus semakin mudah, cepat, setara, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut Prihati menjelaskan, BPJS Kesehatan juga terus memerluas kemudahan pembayaran iuran.
Hingga akhir 2025, tersedia 955.470 kanal pembayaran melalui perbankan, gerai ritel, e-commerce, PPOB hingga fasilitas auto debit.
Program telecollecting berhasil menghimpun pembayaran iuran sebesar Rp1,55 triliun, sedangkan pengingat melalui WhatsApp Blast menghasilkan pembayaran Rp1,49 triliun.
Adapun program Rencana Pembayaran Bertahap (REHAB) mencatat pembayaran tunggakan sebesar Rp355,53 miliar dari sekitar 1,2 juta peserta, yang mengikuti program tersebut.
“Pendapatan iuran Program JKN pada 2025 mencapai Rp176,72 triliun atau meningkat dibandingkan Rp165,34 triliun pada 2024. Tingkat kolektabilitas iuran juga naik menjadi 99,49 persen dari sebelumnya 99,17 persen,” imbuhnya.
Prihati menyebut, seluruh dana iuran yang terkumpul digunakan berdasarkan prinsip gotong royong untuk membiayai pelayanan kesehatan peserta JKN.
“Iuran yang dibayarkan peserta digunakan untuk saling membantu. Sebagai contoh, biaya operasi jantung satu peserta dapat mencapai sekitar Rp150 juta. Untuk membiayai tindakan tersebut diperlukan iuran dari sekitar 4.286 peserta JKN kelas III. Inilah wujud nyata semangat gotong royong dalam program JKN,” pungkasnya. ***(rls)
