detikJabar berhasil menemui kedua saksi mata tersebut, Ikoh Nuryadi (53) dan Saepul Rohman (43), di kediaman mereka, Jumat (9/1/2026). Duduk di atas anyaman bambu rumah panggungnya, wajah keduanya masih menyiratkan rasa syok usai kejadian horor yang mereka alami semalam.
Langkah kaki membawa mereka menuruni area Curug Darismin yang dikenal terjal. Warga setempat menyebut area itu “Kebun Awi” (kebun bambu), sebuah lokasi yang jarang dijamah manusia, bahkan oleh Ikoh sendiri yang mengaku sudah berbulan-bulan tidak menjejakkan kaki di sana.
Setibanya di aliran sungai, cahaya lampu obor mereka menangkap pemandangan yang awalnya menggembirakan. Ikan-ikan terlihat berkumpul di satu titik. Ada ikan hitam, ada kepiting sawah, semuanya tampak mengerubungi sebuah objek besar yang tersangkut di air.
“Aduh, ini anak sapi atau domba? Kok sudah berbulu,” ujar Ikoh menirukan percakapannya dengan Saepul malam itu.
Ia melihat tumit dan betis. Keraguan Saepul sirna saat ia menghitung jumlah jari pada objek tersebut.
Kenyataan pahit seketika menghantam mereka, ikan-ikan yang sejak tadi mereka tangkap dengan suka cita, ternyata sedang memakan daging jenazah tersebut.
Rasa mual dan ngeri seketika menyergap. Tanpa pikir panjang, Saepul dan Ikoh langsung membuang kembali seluruh ikan yang sudah mereka masukkan ke dalam kaneron (tas tradisional).
Menurut kesaksian Ikoh, kondisi mayat tersebut sangat memprihatinkan. Selain tanpa kepala, bagian kulit tubuhnya sudah mengelupas. Yang lebih mengerikan, tulang betis bagian kanan jenazah tersebut terlihat patah hingga tulangnya mencuat keluar.
Temuan ini lantas membuat mereka bergegas naik kembali dari jurang sungai, membatalkan niat mencari ikan, dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada warga dan aparat desa.






