Dumai — Sebagai kota pelabuhan strategis kota Dumai selain menjadi incaran para pencari kerja juga sebagai gerbang deportasi pekerja migran.
Sebanyak 32 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dideportasi dari Malaysia. Mereka juga telah tiba di Pelabuhan Dumai, Sabtu siang lalu dan saat ini tengah menunggu pemulangan ke daerah asal.
Para PMI tiba menggunakan kapal Indomal Imperial dan langsung menjalani serangkaian pemeriksaan oleh petugas setibanya di pelabuhan. Pemeriksaan meliputi verifikasi dokumen keimigrasian serta pengecekan kesehatan awal oleh Balai Kekarantinaan Kesehatan.
Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh PMI dalam kondisi sehat tanpa keluhan. Dengan demikian, mereka dinyatakan layak untuk diproses lebih lanjut menuju pemulangan ke daerah asal masing-masing.
Penanganan berikutnya dilakukan oleh BP3MI Riau bersama P4MI Kota Dumai. Para PMI mendapatkan pendampingan berupa pendataan, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga fasilitasi administrasi.
Selain itu, para PMI juga difasilitasi untuk melakukan registrasi IMEI perangkat komunikasi di Bea Cukai sebelum ditempatkan sementara di Rumah Ramah PMI Dumai.
Kepala BP3MI Riau, Fanny Wahyu Kurniawan, menegaskan negara hadir untuk memastikan perlindungan terhadap PMI, termasuk mereka yang dipulangkan dari luar negeri.
“Setiap PMI yang dipulangkan tetap menjadi tanggung jawab negara. Kami memastikan mereka mendapatkan pelayanan yang layak, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pendataan, hingga pemulangan ke daerah asal,” ujar Fanny, kemarin.
Fanny juga mengingatkan masyarakat agar tidak bekerja ke luar negeri melalui jalur nonprosedural. Menurutnya, banyak persoalan yang dialami PMI berawal dari keberangkatan yang tidak sesuai aturan.
“Kami mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dan memilih jalur resmi untuk bekerja di luar negeri guna menghindari berbagai risiko,” katanya.
Dari total 32 PMI tersebut, sebanyak 23 orang merupakan laki-laki dan 9 perempuan. Mayoritas berasal dari Sumatera Utara, disusul Aceh dan Riau.
Saat ini, seluruh PMI masih berada di Rumah Ramah PMI Dumai sembari menunggu proses pemulangan ke daerah masing-masing. Pemerintah pun terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah asal untuk mempercepat proses tersebut. ***(RA)






