Mehmet Umur WNA Turki Mempersunting Gadis Dumai

RRINEWSS.COM- Menjelang akhir tahun 2025, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Dumai Selatan tak hanya menutup agenda bimbingan perkawinan (bimwin) mandiri, tetapi juga mencatat momen spesial. Seorang warga negara asing (WNA) asal Turki memilih memantapkan hati untuk menikah dan mencatatkan pernikahannya di Kota Dumai.

Mehmet Omur, pria berkewarganegaraan Turki, yang akan mempersunting Retno Winda Sari, wanita Indonesia yang berdomisili di Kecamatan Dumai Selatan. Keduanya telah mendaftarkan pernikahan pada Rabu, 22 Oktober 2025. Setelah melalui proses pemeriksaan, seluruh berkas administrasi dinyatakan lengkap sehingga mereka dapat melanjutkan ke tahap bimwin.

Pada bimwin mandiri yang digelar Selasa, 30 Desember 2025, Mehmet terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Bersama pasangannya, ia sudah hadir sejak pukul 08.00 WIB di balai nikah KUA Dumai Selatan.

Saat dikonfirmasi, Mehmet yang masih belajar berbahasa Indonesia, menceritakan pertemuannya dengan Retno berawal dari perjodohan keluarga. Pamannya yang juga menikah dengan Warga Negara Indonesia dan tinggal di Dumai, mempertemukan keduanya hingga akhirnya sepakat menuju jenjang pernikahan.

“Setelah menikah, ia berencana membawa sang istri ke Turki sekitar sebulan kemudian. Karena jodoh sudah ditetapkan Allah dan membawa saya ke Dumai, insyaallah setelah menikah kami akan pulang ke Turki,” ujarnya singkat.

Bimwin mandiri ini sendiri diikuti lima pasangan calon pengantin dan menjadi kegiatan terakhir KUA Dumai Selatan pada tahun 2025. Seluruh pasangan dijadwalkan menikah pada Januari 2026 dan memilih melaksanakan akad di luar KUA.

Kegiatan dibuka oleh Penghulu KUA Dumai Selatan, Roni Atori, yang menegaskan pentingnya bimwin sebagai upaya menekan angka perceraian dan membekali pasangan dengan pengetahuan membangun keluarga sakinah. Para penyuluh agama Islam kemudian melanjutkan dengan materi seputar fondasi ibadah dalam rumah tangga, komunikasi yang kokoh (mitsaqan ghaliza), serta kesiapan memenuhi kebutuhan material dan spiritual.

Koordinator PAI Dumai Selatan, Denny Febriansyah, juga memberikan pesan mendalam kepada para peserta. Ia mengingatkan bahwa pernikahan bukan sekadar mengejar status baru di awal tahun, melainkan komitmen yang harus didasari kesiapan lahir batin.

Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan antusias, bahkan aktif bertanya seputar hak dan kewajiban suami istri, pengelolaan keuangan, hingga cara menyelesaikan konflik. Menutup kegiatan, para catin berharap dapat membangun rumah tangga yang harmonis, sakinah, mawaddah, dan rahmah, termasuk pasangan lintas negara yang memantapkan pilihannya di Dumai.***(RRI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *