RRINEWSS.COM- Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkap minat investor asing untuk masuk ke proyek revitalisasi kilang minyak di Indonesia. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman menuturkan, ketertarikan itu datang dari perusahaan asal India, Essar Group, untuk terlibat dalam proyek revitalisasi Kilang Dumai.
“Kemarin dimediasi oleh Pak Menteri (ESDM Bahlil Lahadalia) untuk mempertemukan langsung dengan Pertamina secara businees to businees,” ujar Laode saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM akhir pekan lalu.
Menurut dia, revitalisasi kilang merupakan langkah strategis untuk memperkuat industri pengolahan migas nasional. Di sisi lain, masuknya investor yang berminat menanamkan modal di kilang dalam negeri sebagai sinyal positif bagi pengembangan sektor energi nasional.
“Nanti akan ada tindak lanjut untuk membahas bagaimana mengoptimalkan kilang-kilang di dalam negeri,” kata dia.
Meski demikian, Laode menyatakan belum ada keputusan terkait bentuk maupun lokasi investasi Essar Group. Pemerintah belum dapat memastikan apakah perusahaan tersebut akan terlibat langsung dalam program Refinery Development Master Plan (RDMP) atau revitalisasi Kilang Dumai.
“Saat ini masih tahap diskusi awal. Masih ada pertemuan-pertemuan lanjutan untuk membahas hal tersebut,” ujarnya.
Kilang Dumai yang dikelola PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit II memiliki kapasitas pengolahan sekitar 170 ribu barel per hari. Kilang ini memproduksi berbagai jenis bahan bakar dan produk turunan, antara lain solar, avtur, Pertalite, Pertadex, LPG, hingga green coke.
Sebelumnya, setelah peresmian revitalisasi Kilang Balikpapan, Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah akan melanjutkan pengembangan fasilitas di kilang-kilang lain, termasuk peningkatan kapasitas penyimpanan di Kilang Dumai. Pemerintah juga membuka peluang kerja sama antara Pertamina dan pihak swasta dalam proyek RDMP.
Menurut Bahlil, skema kemitraan tersebut ditujukan untuk memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi Pertamina maupun mitra swasta yang terlibat dalam proyek revitalisasi kilang. ***(tmp)
