RRINEWSS.COM- Dumai- Kasus pencurian meteran air milik Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Dumai Bersemai semakin mengganas karena hingga saat ini telah 50 unit digasak maling ketika dipasang di halaman rumah pelanggan.
Kondisi ini perlu menjadi perhatian besar, setelah pencurian kembali terjadi di Jalan Suko Indah RT 15 Kelurahan Ratusima, Dumai Selatan. Meteran air di rumah quran tersebut lesap digasap maling dan kondisi itu baru diketahui ketika pagi karena air mengucur deras keluar dari selang ukuran hitam berukuran 1/2 inci.
Informasi dilapangan maling hanya meninggalkan penutup meteran air berwarna biru terbuat dari plastik sementara meteran yang terbalut tembaga hilang. Pencurian terjadi diduga pada malam hari, ketika lokasi dalam kondisi sepi, para pelaku diduga memanfaatkan, celah minimnya pengawasan disekitar masyarakat.
Agus Sunarto yang memberikan komentar dalam media facebook menyebutkan di sekitar rumah saya juga ada yang kehilangan meteran air.”Sepertinya para pelaku sudah semakin nyaman dengan aksinya dan perlu ditindaklanjuti dengan laporan polisi,”tuturnya.
“Ini bukan pencurian acak, artinya mereka tahu lokasi, tahu posisi meteran dan tahu bagaimana melepaskannya dengan cepat,ini sudah jelas ada penadahnya,” kata warga lain Wawan.
Dirinya menilai pencurian meteran air, bukan sekadar kenakalan remaja atau aksi spontan. Ia menduga kuat bahwa pencurian tersebut, telah menjadi komoditas bagi pelaku kejahatan yang memiliki jejaring penadah, mengingat meteran air memiliki nilai jual dari sisi logam dan komponennya.
“Tidak mungkin pencuri mencuri tanpa tahu hendak dijual ke mana. Jadi jaringan ini harus dibongkar. Kalau tidak, kasusnya akan terus berulang, dan masyarakat yang jadi korban,” tegas Wawan lagi.
Direktur Utama Perumdam Tirta Dumai Bersemai (PDAM Kota Dumai) adalah Agus Adnan ketika dihubungi membenarkan adanya kejadian pencurian meteran air milik pelanggan. Jumlahnya mencapai 50 unit untuk K1.
“Saya sudah buat laporan ke polres dan Polsek untuk dapat segera ditindaklanjuti dalam kasus pencurian meteran air milik pelanggan tersebut dan kejadian ini sudah berulang kali terjadi,”tuturnya.
Tanggal 19 Januari 2026 lalu sudah dilaporkan ke polres, ketika ada kasus pencurian meteran air dan pelakunya terekam di kamera CCTV.
“Untuk pelanggan yang kehilangan meteran apakah akan di ganti meteran baru? Agus menambahkan meteran akan diganti apabilah telah dilakukan pembayaran untuk harga meteran sesuai peraturan walikota dengan spek yang ada sekarang Rp400-500 ribu,”katanya.
“Saya berharap pihak kepolisian cepat mengungkapkan kasus pencurian inim”tambahnya.***(ant)
