RRINEWSS.COM- Rekonstruksi kasus yang digelar Unit Reskrim Polsek Batuampar mengungkap sejumlah fakta baru yang sebelumnya luput dari sorotan publik.
Salah satunya datang dari kesaksian Raden (24), pria asal Sumatera Barat yang mengaku berhasil melarikan diri dari Mess Agency MK di Perumahan Jodoh Permai Blok D Nomor 28, Batuampar, setelah merasa pekerjaan yang dijalaninya tidak sesuai dengan janji awal.
Raden mengaku bekerja di M One KTV di bawah kendali Wilson. Selama bekerja, ia diwajibkan tinggal di mess yang disebut-sebut sebagai tempat tinggal pekerja Agency MK.
“Setelah mulai bekerja, saya diwajibkan tinggal di mess itu oleh Wilson,” ujar Raden saat ditemui di lokasi rekonstruksi, Kamis (15/1/2026) sore.
Ia mengisahkan, selama tinggal di mess tersebut, dirinya kerap diperlakukan tidak manusiawi. Selain bekerja dari sore hingga subuh, Raden juga dibebani tugas tambahan merawat delapan ekor anjing mahal milik Wilson setiap pagi.
“Padahal saya pulang kerja subuh, paginya saya disuruh merawat delapan anjing Wilson,” tuturnya.
Tak hanya itu, Raden mengungkapkan bahwa selama tinggal di mess, para penghuni tidak diperbolehkan keluar. Seluruh pintu dikunci dan hanya bisa dibuka oleh asisten rumah tangga (ART) atas perintah langsung dari Wilson.
Selama berada di mess, Raden juga menyaksikan sejumlah ritual yang dilakukan terhadap pemandu lagu (LC) yang hendak bergabung. Dalam ritual tersebut, para LC disebut dipaksa menenggak berbagai jenis minuman keras, termasuk satu racikan minuman beralkohol yang dibuat khusus.
“Entah apa minumannya itu, tapi dibuat saat akan ritual dilakukan. Saat saya coba minum, langsung naik asam lambung,” ujarnya tersenyum, mengenang rasa minuman khas saat ritual.
Ia juga menyebut aroma dupa sangat kuat di dalam mess. Sejumlah LC yang tinggal bersamanya mengaku tidak betah, namun terpaksa bertahan karena tekanan dan kontrak kerja yang telah ditandatangani.
Bahkan, Raden mengaku pernah melihat salah satu LC dilukai tangannya untuk diambil darahnya saat ritual berlangsung.
“Makanya saya terus berfikir untuk keluar dari Mess, karena banyak yang tidak wajar,” ujarnya.
Kesempatan melarikan diri datang ketika Raden mendapat kabar orang tuanya sakit. Pada Sabtu dini hari, 15 November, saat baru pulang kerja, ia memberanikan diri keluar mess dengan alasan hendak menjenguk ibunya.
“Saya sempat berfikir tak apalah saya tidak membawa barang, yang penting saya bisa keluar dari mess ini,” katanya.
Setelah berhasil keluar tanpa dicurigai, Raden langsung memesan ojek online dan meminta pengemudi segera melaju ke Batuaji.
“Saya bilang ke sopir, ‘gaskan pak’,” ujarnya.
Ia mengaku sengaja meminta sopir segera pergi karena khawatir terlihat oleh Wilson atau LC lain yang tinggal di mess tersebut. Sesampainya di Batuaji, Raden merasa lega dan memutuskan tidak kembali. Meski sempat dihubungi Wilson dan beberapa LC, ia memilih tidak merespons.
Tak lama berselang, foto Raden bahkan sempat disebarluaskan melalui media sosial Agency MK dengan narasi bahwa dirinya melarikan diri. Namun, ia mengabaikannya dan tetap tinggal bersama orang tuanya.
Pada Kamis (27/11/2025), Raden mengetahui dari media sosial dan pemberitaan bahwa Wilson telah ditangkap polisi. Kabar itu membuatnya lega, sekaligus mendorongnya mendatangi Polsek Batuampar dan kembali ke lokasi mess.
Kedatangannya bertujuan mengambil barang-barang pribadinya, termasuk KTP yang sebelumnya disita. Namun, saat itu mess telah dipasangi garis polisi.
Pihak kepolisian menyampaikan bahwa pengambilan barang dapat dilakukan setelah proses rekonstruksi selesai. Hal itulah yang membuat Raden hadir langsung menyaksikan rekonstruksi.
“Makanya saya datang, mau mengambil semua barang-barang saya termasuk KTP yang sempat disita oleh Wilson,” ujarnya. ***(btmn)
