Rara yang kini berusia 11 tahun merupakan putri pertama dari pasangan Gustian A’ang dan Lili Adha Witasari, asal Kota Dumai, Riau. Sejak usia enam tahun, ia telah mengenal dunia modeling melalui ajang fashion show yang digelar di Matahari Citimall Dumai. Pada kompetisi pertamanya itu, Rara berhasil meraih Juara II, prestasi tersebut menjadi titik awal yang menumbuhkan kecintaannya terhadap dunia catwalk hingga terus berkembang sampai sekarang.
Tidak hanya berprestasi di bidang modeling, Rara juga menunjukkan kemampuan di dunia seni tari. Pada 2025, ia berhasil meraih Juara I Lomba Tari Tingkat SD se-Kota Dumai sekaligus dinobatkan sebagai The Best Dancer. Berbagai penghargaan lain di bidang tari dan fashion semakin memperkuat kemampuannya dalam seni pertunjukan.
Keaktifannya di dunia pageant juga membuahkan hasil. Pada tahun 2025, Rara berhasil meraih gelar Dara Cilik dan Belia Riau III 2025 atau Juara III pada ajang yang diselenggarakan Duta Remaja Kreatif Provinsi Riau. Kemampuan berbicara di depan umum, kepercayaan diri, serta karakter yang baik menjadi nilai tambah yang terus diasah dalam setiap kompetisi yang diikutinya.
Koordinator Puan Aspekraf, Irna Juita, mengatakan keberhasilan Rara merupakan hasil dari proses panjang yang dijalani dengan disiplin dan semangat belajar.
“Rara adalah anak yang memiliki kemauan kuat untuk terus berkembang. Ia selalu mau belajar, menerima masukan, dan tampil maksimal di setiap kesempatan. Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Riau sekaligus membuktikan bahwa talenta daerah mampu bersaing di tingkat internasional apabila mendapat pembinaan dan dukungan yang baik,” ujar Irna Juita.
“Rara menunjukkan sikap profesional, percaya diri, dan mampu membawakan setiap penampilan dengan sangat baik. Ia memiliki potensi besar untuk berkembang di industri fashion dan pageant internasional. Semoga penghargaan ini menjadi awal dari prestasi-prestasi berikutnya,” kata perwakilan EO Lucky Joe.
Di balik keberhasilannya, Rara tidak lepas dari dukungan kedua orang tua, keluarga, serta lingkungan yang selalu mendorongnya untuk terus belajar dan mengembangkan bakat. Baginya, setiap kompetisi bukan sekadar mengejar gelar, tetapi menjadi sarana untuk menambah pengalaman, membangun karakter, dan meningkatkan kemampuan diri.
Perjalanan Alifa Humayraa Gusri menjadi bukti bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk meraih prestasi. Dengan kerja keras, disiplin, serta keberanian bermimpi, Rara kini menjadi salah satu inspirasi bagi anak-anak Indonesia untuk terus mengembangkan potensi dan percaya diri menggapai cita-cita hingga ke tingkat internasional.***(ant)
