RRINEWSS.COM- Dumai – Jajaran TNI AL melalui KRI Beladau-643 menggagalkan aksi pencurian minyak kelapa sawit mentah alias Crude Palm Oil (CPO) di perairan Lubuk Gaung, Dumai , Riau, Jumat (3/4).
Kapal kargo kayu bermuatan CPO ilegal diringkus saat komplotan ini mengendap-endap di kegelapan malam.
Penangkapan bermula ketika kapal perang di bawah jajaran Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmada I ini menggelar patroli rutin di sektor Selat Rupat. Radar dan pengamatan visual tim patroli mendeteksi pergerakan janggal sebuah objek di wilayah timur Lubuk Gaung Kecamatan Sungai Sembilan, Dumai.
Komandan KRI Beladau-643 Letkol Laut (P) Akbar Suthawijaya Malik, mengungkapkan target terlihat mencurigakan karena berlayar dalam kondisi gelap gulita.
“Tim mendeteksi sebuah kapal kargo kayu yang melaju tanpa penerangan sedikit pun. Hal ini langsung kami identifikasi sebagai target mencurigakan,” ujar Akbar Suthawijaya, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada I, Senin (6/4).
Menindaklanjuti kecurigaan tersebut, personel TNI AL segera melakukan prosedur pengejaran, penangkapan, dan penyelidikan. Kapal kayu berukuran sekitar 7 meter itu tak berkutik saat petugas merapat untuk melakukan inspeksi mendalam.
Hasil pemeriksaan di atas geladak mengungkap fakta mengejutkan. Kapal berbendera Indonesia tersebut ternyata tidak memiliki nama lambung dan nihil dokumen resmi pelayaran. Selain itu, petugas menemukan tumpukan muatan minyak CPO dan FAME yang diduga kuat merupakan hasil penjarahan.
“Setelah kami periksa, kapal tersebut tanpa nama dan tanpa dokumen. Di dalamnya terdapat lima orang anak buah kapal (ABK). Kami juga menemukan muatan CPO serta FAME yang diduga hasil pencurian,” tegas Akbar menjelaskan rincian temuan.
Untuk proses hukum lebih lanjut, KRI Beladau-643 langsung menggiring kapal kargo kayu beserta barang buktinya menuju Dermaga Bangsal Aceh, Dumai. Seluruh hasil tangkapan kini telah diserahterimakan kepada Pangkalan TNI AL (Lanal) Dumai untuk penyelidikan mendalam. (ant)






