Heboh Pabrik Susu Palsu Campuran Pupuk Urea

RRINEWSS.COM- Sebuah pabrik susu menjadi sorotan karena terbukti membuat susu imitasi. Campuran susu aslinya hanya sedikit dengan banyak bahan kimia di dalamnya.

Memastikan makanan dan minuman yang dibeli layak konsumsi sudah menjadi hal wajib bagi konsumen. Jangan sampai tertipu dengan produk berkualitas buruk hanya karena harganya miring.

Sebuah peristiwa mengejutkan mengungkap praktik pembuatan susu palsu yang bikin heboh. Dilansir dari Food NDTV, (8/2/2026), pabrik susu di Gujara, India baru saja digerebek.

Insiden ini terungkap oleh Food Safety and Standards Authority of India (FSSAI). Kerjasama bersama aparat berhasil melakukan penggerebekan di sebuah unit produksi susu di distrik Sabarkantha pada 8 Februari 2026.

Pabrik tersebut diketahui memproduksi susu sintetis. Campurannya berupa bahan kimia dan hanya sedikit susu asli, lalu didistribusikan ke wilayah sekitar.

Penyelidikan awal menunjukkan fasilitas tersebut telah beroperasi secara ilegal selama hampir 5 tahun. Pelaku mencampurkan bahan kimia untuk menciptakan cairan yang menyerupai susu asli dari segi warna, tekstur, dan kandungan protein.

Menurut laporan otoritas, susu palsu dibuat dengan mencampur sedikit susu dengan bahan seperti deterjen, pupuk urea, soda kaustik, minyak kelapa sawit, minyak kedelai, serta bubuk whey dan susu skim.

Dalam penggerebekan tersebut, tim gabungan dari Local Crime Branch dan otoritas keamanan pangan menemukan sejumlah besar produk dan bahan baku berbahaya. Mereka menyita sekitar 1.962 liter susu palsu dan lebih dari 1.100 liter buttermilk yang telah dipalsukan.

Pabrik yang beroperasi dengan nama Shree Satya Dairy Products itu langsung disegel. Sampel susu dan bahan lainnya dikirim ke laboratorium untuk pengujian lebih lanjut guna mengetahui tingkat kontaminasi dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

Dari penemuan di lokasi, praktik ini hanya menyampur 300 liter susu asli untuk memproduksi 1.700 – 1.800 liter susu imitasi. Kemudian produk tersebut juga dijual sebagai produk susu maupun buttermilk ke berbagai kota dan desa di distrik Sabarkantha dan Mehsana.

Sebagai langkah darurat, sekitar 1.370 liter susu berbahaya dimusnahkan di lokasi oleh petugas untuk mencegah penyebaran lebih luas. Otoritas juga meminta masyarakat agar lebih waspada terhadap produk susu yang mencurigakan dan segera melaporkannya.

FSSAI menyatakan penyelidikan masih berlangsung untuk menelusuri jaringan distribusi dan pihak lain yang mungkin terlibat. Otoritas berupaya memastikan produk serupa tidak lagi beredar dan pelaku bertanggung jawab atas tindakan mereka. *** (dfl/detik/adr)