Pekerja Operator di Batam Bunuh Diri di Jembatan Barelang

RRINEWSS.COM- Seorang pria bernama Mario Sariando Hutagalung diduga terjun dari Jembatan I Barelang, Kota Batam, Selasa (31/3) sekitar pukul 19.30 WIB. Hingga malam hari, tim gabungan masih melakukan pencarian intensif di sekitar lokasi kejadian.

Informasi awal diterima dari petugas Ditpam Batam yang melaporkan adanya kejadian membahayakan manusia di kawasan Jembatan Barelang. Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang melalui Pos SAR Batam langsung mengerahkan tim ke lokasi.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang, Fazzli, melalui Danpos SAR Batam, Dedius Sembiring, mengatakan pihaknya bergerak cepat begitu menerima laporan.

“Setelah menerima informasi, tim langsung turun ke lokasi untuk melakukan pencarian dan penyisiran di sekitar perairan Jembatan Barelang,” ujar Dedius.

Baca Juga: Pemeriksaan Dugaan Pungli Imigrasi Batam Masih Berjalan, Sanksi Sedang hingga Berat Menunggu

Setibanya di lokasi, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban. Di antaranya sepasang sandal, name tag bertuliskan Mario Sariando Hutagalung yang diketahui bekerja sebagai operator di PT Batam Wisen Berjaya, serta barang pribadi lainnya seperti rokok dan minuman teh botol.

Selain itu, ditemukan pula secarik kertas berisi pesan yang diduga ditinggalkan korban. Dalam tulisan tersebut terdapat ungkapan “I love mother” serta nomor kontak yang diduga milik keluarga, disertai permintaan agar dihubungi.

Petugas juga mendapatkan informasi adanya pesan terakhir yang dikirim korban kepada seorang rekannya sebelum kejadian. Isi pesan tersebut mengindikasikan kondisi emosional korban, di mana ia menyampaikan permintaan maaf, ucapan terima kasih kepada sejumlah teman, serta pesan khusus agar rasa sayangnya disampaikan kepada sang ibu.

Hingga saat ini, tim SAR bersama unsur terkait masih melakukan upaya pencarian dengan menyisir area perairan di sekitar Jembatan I Barelang. Proses pencarian dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk potensi SAR yang berada di wilayah Batam.

Dedius menambahkan, pihaknya akan terus melanjutkan pencarian hingga korban ditemukan.

“Kita terus lakukan penyisiran di lokasi kejadian bersama tim gabungan,” tegasnya.

Kasus ini masih dalam penanganan pihak terkait, sementara penyebab pasti kejadian masih dalam penyelidikan lebih lanjut. ***(bpc)