Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran petugas bersama warga binaan pemasyarakatan. Suasana berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan. Para peserta mengikuti rangkaian ibadah dengan tertib, mulai dari persiapan, pelaksanaan Salat Istisqa, khutbah, hingga doa bersama.
Salat Istisqa dilaksanakan sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT di tengah kondisi cuaca kering dan kekhawatiran terhadap dampak kemarau. Dalam pelaksanaannya, jamaah diajak untuk memperbanyak istighfar, meningkatkan ketakwaan, memperbaiki diri serta memanjatkan doa agar hujan segera turun.
Kepala Rutan Dumai Enang Iskandi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari pembinaan keagamaan bagi warga binaan, tetapi juga sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan dan kepedulian bersama terhadap kondisi lingkungan.
Sholat Istisqa diikuti ratusan warga binaan bersama seluruh jajaran pegawai Rutan Dumai. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian sekaligus ikhtiar spiritual di tengah kondisi kemarau dan kabut asap yang berdampak terhadap lingkungan serta aktivitas masyarakat.
Seluruh peserta mengikuti rangkaian ibadah dengan penuh kekhusyukan. Seusai pelaksanaan sholat, doa bersama dipanjatkan kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan yang membawa keberkahan, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta membantu memperbaiki kondisi lingkungan yang terdampak kemarau dan kabut asap.
“Sholat Istisqa ini menjadi ikhtiar kita bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar diberikan rahmat berupa turunnya hujan. Di tengah kondisi musim kemarau, kita tidak hanya berusaha secara lahiriah, tetapi juga mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa dan ibadah,” ujar Karutan.
Enang berharap doa yang dipanjatkan bersama dapat menjadi bagian dari ikhtiar menghadapi kondisi kemarau yang terjadi saat ini. Ia juga mengajak seluruh jajaran dan warga binaan untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan serta menjaga kondisi Rutan agar tetap aman, bersih, dan sehat. ***(ant)






