Tim ITMG Pantau Ketinggian Air untuk Peringatan Dini

RRINEWSS.COM- Dumai — Untuk monitoring dan mitigasi dini banjir yang terjadi di Kota Dumai, tim peneliti dosen dari Institut Tek­nologi Mitra Gama (ITMG) Duri, STMIK Triguna Dharma Medan, dan Universitas Putra Indonesia YPTK Padang melakukan instalasi Smart River Node berbasis IoT Low-Power dan Edge Computing di pintu air Sungai Dumai, Jalan Siak Gang Kakap, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai, Riau, Rabu (9/9).

Instalasi perangkat tersebut merupakan bagian dari kolaborasi riset antarperguruan tinggi dan disaksikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Dumai.

Tim peneliti ITMG terdiri dari Dr Ir Teuku Radillah MKom, Jufri SKom MTr Kom, Nurdi Afriyanto MKom dan M Harits Pratama MKom.

Dari STMIK Triguna Dharma Medan, penelitian melibatkan Dr Muhammad Dahria SE SKom MKom, sedangkan dari Universitas Putra Indonesia YPTK Padang meli­batkan Prof Dr Sarjon Defit SKom MSc dan Dr Syafri Arlis MKom.

Ketua Tim Peneliti Dr Ir Teuku Radillah MKom mengatakan Smart River Node dikembangkan untuk membantu memantau kondisi permukaan air sungai secara real-time sekaligus memberikan peringatan dini terhadap potensi banjir.

”Perangkat ini dilengkapi sensor ketinggian air dan kamera yang dapat memantau kondisi sungai secara real-time. Data kemudian diproses pada perangkat menggunakan teknologi edge computing untuk membantu menentukan tingkat risiko banjir,” ujarnya.

Selain sensor dan kamera, perangkat juga dilengkapi sirine sebagai sistem peringatan dini. Dengan demikian, masyarakat di sekitar kawasan rawan banjir diharapkan memiliki waktu lebih awal untuk melakukan tindakan antisipasi.

Teuku Radillah menjelaskan, penelitian tersebut merupakan bagian dari hibah riset antarperguruan tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang diarahkan agar hasil penelitian dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Dumai Wahyu Wicaksono, SIP MSi mengapresiasi penerapan perangkat tersebut. Menurutnya, sistem monitoring real-time dapat menjadi data pembanding untuk memperkuat pemantauan kondisi sungai dan mendukung pengambilan keputusan.

”Cara kerja perangkat ini merupakan yang pertama di Dumai. Kami berharap perangkat ini dapat dimanfaatkan sebagai salah satu pertimbangan dalam pengambilan keputusan,” ujarnya.***(wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *