RRINEWSS.COM- Pekanbaru — Seorang pria berusia 30 tahun di Pekanbaru terpaksa meminta bantuan tim medis dan petugas pemadam kebakaran (Damkar).
Bukan karena kebakaran, melainkan akibat cincin yang terpasang di kemaluannya tidak bisa dilepaskan.
Peristiwa tersebut membuat pihak dokter di Rumah Sakit Madani menghubungi tim rescue Damkar untuk membantu penanganan.
Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Pekanbaru, Zarman Candra, membenarkan adanya permintaan bantuan tersebut.
“Jadi kemarin kami dihubungi dokter Rumah Sakit Madani terkait adanya cincin yang tersangkut di kelamin pria. Mereka meminta bantuan tim rescue,” ujar Zarman, Selasa (28/4/2026).
Petugas Damkar sempat kebingungan saat pertama kali menerima laporan beserta foto kondisi korban.
Hal ini karena posisi cincin berada di area sensitif dan berisiko tinggi jika tidak ditangani dengan tepat.
Penanganan kemudian dilakukan dengan kolaborasi antara tim medis dan petugas rescue dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Pekanbaru.
Proses evakuasi cincin dilakukan dengan metode pemotongan menggunakan alat khusus.
“Karena posisinya di area rawan, penanganan harus ekstra hati-hati. Setelah melalui proses medis, cincin besi berhasil dipotong dan korban selamat,” jelasnya.
Dari keterangan korban, ia mengaku memasang cincin tersebut hanya karena iseng. Namun, situasi berubah menjadi panik ketika cincin tidak bisa dilepas.
“Alasannya hanya iseng. Kami membantu dokter dalam proses penanganannya,” tambah Kabid Ops Damkar, Ibas Sembiring.
Petugas memastikan proses berjalan aman meski membutuhkan ketelitian tinggi. Kasus ini disebut sebagai yang pertama kali ditangani oleh tim rescue Damkar Pekanbaru. “Ini kasus pertama, jadi penanganannya benar-benar harus sangat hati-hati agar tidak menimbulkan risiko lebih besar,” tutup Ibas. ***
sumber: riau aktual






