Salah Angkat Beban Saat Gym Ganggu Ereksi

Latihan kebugaran seperti squat dan angkat beban ternyata dapat berdampak pada kesehatan seksual jika dilakukan secara berlebihan. Tekanan berulang pada otot dasar panggul berisiko memicu nyeri hingga gangguan fungsi ereksi.

Pelatih kebugaran sekaligus konsultan kesehatan asal Inggris, Toby King, menjelaskan bahwa banyak orang tanpa sadar mengencangkan otot dasar panggul saat melakukan latihan berat.

“Banyak pria menegangkan otot saat mengangkat beban dan mempertahankan posisi itu terlalu lama. Seiring waktu, otot dasar panggul bekerja berlebihan, yang dapat menghambat fungsi ereksi dan menimbulkan rasa sakit,” ujarnya.

Selain squat, latihan seperti leg press, ab wheel, hanging leg raise, dan plank juga dapat memberikan tekanan serupa. Aktivitas ini melibatkan kontraksi otot perut secara intens dan berkelanjutan.

Risiko juga meningkat pada individu yang sering bersepeda atau mengikuti triathlon. Posisi duduk dalam waktu lama dengan postur kurang tepat dapat menekan saraf dan jaringan otot di area panggul.

Tidak hanya faktor fisik, tekanan psikologis akibat kekhawatiran terhadap penurunan libido juga dapat memperparah kondisi. Hal ini menciptakan lingkaran stres yang membuat otot dasar panggul semakin sulit untuk rileks.

Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa latihan seperti squat dan angkat beban tidak perlu dihindari sepenuhnya. Penyesuaian intensitas dan teknik latihan menjadi kunci untuk mencegah cedera.

Olahragawan disarankan membatasi gerakan yang memberi tekanan berlebih pada area panggul jika mulai merasakan nyeri. Selain itu, latihan pernapasan dan peregangan juga penting untuk membantu relaksasi otot.

Beberapa teknik yang direkomendasikan antara lain Child’s Pose dan Happy Baby Pose, serta latihan reverse Kegel yang berfokus pada relaksasi melalui pernapasan diafragma.

Dokter Tia Dankberg dari Brooks Rehabilitation Institute menekankan bahwa tubuh bekerja secara terintegrasi, sehingga penanganan tidak hanya fokus pada satu kelompok otot.

“Latihan peregangan untuk dada dan pinggul dapat membantu mengurangi tekanan pada dasar panggul. Jika keluhan berlanjut, konsultasi dengan fisioterapis sangat dianjurkan,” ujarnya.

Sumber : Beritasatu.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *